Rumah Hangus Terbakar, Bayi 15 Hari Nyaris Terpanggang

Rumah Hangus Terbakar, Bayi 15 Hari Nyaris Terpanggang

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 16 Okt 2012 16:10 WIB
Situbondo - Seorang bayi laki-laki berusia 15 hari nyaris terpanggang saat rumah orang tuanya di Kecamatan Asembagus, Situbondo, terbakar, Selasa (16/10/2012). Beruntung, ibu sang bayi, Saedah (30), mendengar teriakan tetangganya agar segera keluar rumah.

Di tengah kobaran api yang mulai melalap bagian dapur rumahnya, wanita berjilbab itu pun dengan cepat menggendong Khoirun Nadi, nama sang bayi keluar dari dalam rumah.

Sang bayi pun akhirnya berhasil diselamatkan. Meski begitu, besarnya kobaran api membuat rumah pasangan Agus - Saedah, di Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, hangus terbakar. Tak hanya itu, hampir semua isi dalam rumah juga ikut ludes dilalap si jago merah.

"Waktu rumah terbakar, saya dan anak saya ada di dalam rumah. Untung saya dengar ada orang teriak menyuruh saya keluar rumah. Waktu saya lihat api sudah besar di bagian dapur," tutur Saedah, Selasa (16/10/2012).

Keterangan yang dihimpun, saat kebakaran itu terjadi siang tadi, Saedah sedang menjaga Khoirun Nadi yang sedang tidur pulas di ruang tengah. Tiba-tiba saja sang ibu mendengar teriakan warga agar cepat keluar karena rumahnya terbakar. Saat dilihat, api sudah mulai berkobar di bagian dapur rumah.

Sadar nyawanya dan bayi laki-lakinya terancam, Saedah pun bergegas menggendong Khoirun Nadi yang masih tidur lelap berlari keluar rumah. Sebab, jarak dapur dengan ruang tengah rumah hanya sekitar 4 meteran saja. Selamatnya si bayi dari amukan api menjadi perhatian sendiri bagi warga. Tidak sedikit yang berucap syukur melihat kondisi Khoirun Nadi yang selamat dan masih lelap tidur di gendongan ibunya.

Saat bersamaan, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kencangnya tiupan angin sempat menyulitkan usaha warga menjinakkan api. Namun, warga tetap berusaha keras hingga api berhasil dipadamkan setelah hampir setengah jam kemudian. Belum diketahui pasti jumlah kerugian dan penyebab kebakaran tersebut.

Kapolsek Asembagus AKP Priyono mengatakan, dugaan sementara kebakaran di Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, itu dipicu hubungan arus pendek listri di bagian dapur. Namun, untuk memastikan pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dugaannya memang korsleting listrik, tapi masih kami selidiki. Yang jelas, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut," tukas AKP Priyono kepada detiksurabaya.com.

(bdh/bdh)
Berita Terkait