Bahkan, satu wartawan sempat dihajar ramai-ramai lantaran nekat mengambil gambar korban percobaan bunuh diri yang mengalami luka bakar. Akibat aksi main hajar itu, Setiawan (37), seorang wartawan tabloid mingguan, sampai harus dilarikan ke Puskesmas Suboh.
Pria asal Kecamatan Besuki, itu mengalami sejumlah luka lebam di wajahnya. Tak hanya itu, kamera milik Setiawan juga sempat dirampas massa. Kamera itu baru dikembalikan setelah file-file foto korban bakar diri hasil jepretan Setiawan dihapus.
Sementara Gustiar (40), seorang stinger TVOne lolos dari aksi penganiayaan setelah diselamatkan warga. Namun Gustiar sempat mengalami kekerasan.
"Yang menarik baju saya itu oknum Kepala Desa di Besuki. Saya juga sempat mau dipukul, untungnya ada warga yang melerai. Waktu itu saya langsung dibawa ke tempat parkir. Mereka sempat mengejar dan mengumpat dengan kata-kata kotor, tapi saya tidak menggubris. Saya langsung menuju ke Mapolsek Besuki untuk melaporkan kejadian itu," kata Gustiar kepada detikSurabaya.com, Sabtu (13/10/2012).
Keterangan yang dihimpun, aksi kekerasan yang dialami dua wartawan itu terjadi saat keduanya datang ke UGD RSD Besuki, Jumat (12/10/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, keduanya bermaksud meliput seorang warga Kecamatan Besuki yang mencoba bunuh diri dengan cara bakar diri.
Korban yang konon bernama Eko itu mengalami luka bakar serius dan dirawat di UGD RSD Besuki. Namun, keluarga korban bakar diri keberatan untuk diliput. Sehingga mereka langsung menutup rapat ruang UGD RSD Besuki.
"Waktu saya datang di sekitar UGD memang ramai, ada puluhan orang. Ruang UGD juga ditutup, makanya saya melongo dari kaca. Tidak tahunya sebelum saya sudah ada wartawan yang dihajar dan kameranya dirampas. Kami sudah melapor dan meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap wartawan ini," desak Gustiar.
Kapolsek Besuki AKP Agus Sapariono membenarkan, jika pihaknya sudah menerima laporan aksi kekerasan yang diduga dialami dua wartawan tersebut. Saat ini pihaknya masih memintai keterangan dari sejumlah saksi-saksi untuk menyelidiki dugaan kasus kekerasan tersebut.
"Laporannya sedang kami tangani. Tapi kami belum bisa memintai keterangan satu saksi korban atas nama Setiawan, karena saat ini kondisinya masih sakit dan dalam perawatan medis di Puskesmas Suboh," tukas AKP Agus Sapariono saat dihubungi detikSurabaya.com.
Saat ditanya dugaan keterlibatan salah satu oknum Kepala Desa di Besuki dalam aksi kekerasan tersebut, Agus Sapariono enggan memberikan penjelasan.
"Nanti saja, sekarang kan masih diselidiki. Apalagi kami belum memintai keterangan satu saksi korban," ujar Agus Sapariono.
(fat/fat)










































