Dengan begitu, baliho besar bahaya ancaman HIV AIDS yang dipasang Pemkab Situbondo di jalan masuk menuju komplek pelacuran tidak digubris. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Situbondo, sebanyak 18 PSK yang terindikasi kuat terjangkit virus HIV AIDS itu tersebar di tiga eks tempat pelacuran.
Antara lain, 7 PSK mangkal di eks lokalisasi Gunung Sampan Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo; 8 di eks lokalisasi Bandengan Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan; dan 3 PSK di eks lokalisasi Nyiuran Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.
"Para PSK yang terindikasi kuat mengidap HIV AIDS itu rata-rata berasal dari luar Situbondo," kata Heryawan, Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Situbondo di kantornya, Kamis (11/10/2012).
Ironisnya, jumlah itu diperkirakan masih berpotensi untuk terus bertambah. Sebab, petugas masih belum melakukan monitoring ke sejumlah warung remang-remang yang banyak bertebaran di tepian jalan raya Situbondo.
"Sejauh ini, penularan tertinggi virus HIV AIDS berasal dari seks bebas, termasuk di komplek pelacuran. Berikutnya penularan dari suami ke istri, serta pengguna jarum suntik narkoba dan ibu menyusui pengidap HIV AIDS," sambungnya.
Untuk 18 PSK yang terindikasi terjangkit HIV AIDS itu, papar Heryawan, pihaknya terus melakukan pendampingan secara medis. Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar para PSK itu menggunakan alat kontrasepsi setiap melayani pelanggannya.
(bdh/bdh)










































