Pantauan detiksurabaya.com, lokasi hilangnya korban memang cukup sulit dijangkau. Jika ditempuh dengan perahu, rutenya harus dimulai dari Pelabuhan Tamperan melintasi Teluk Teleng dengan jarak tempuh lebih dari 10 kilometer.
Itu pun belum menjamin perahu dapat menjangkau lokasi kejadian. Sebab, titiknya berada di cekungan dan berdekatan dengan tebing karang yang sangat curam. Disisi lain, kondisi ombak tidak menentu.
"Disini gelombang laut cenderung labil dan sulit ditebak. Kadang tinggi, mendadak kecil dan tiba-tiba besar lagi," papar Juri, Kasi Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Pacitan ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Perjalanan melalui jalur darat pun tidak kalah mengerikan. Untuk menembus pantai yang berada dibalik bukit karang itu hanya dapat dilakukan dengan 2 cara. Uniknya, kedua jalur tidak berupa ruas lebar, melainkan hanya jalan setapak melintasi hutan belantara. Praktis, kendaraan roda 2 pun tak bisa masuk.
Jalur pertama dapat ditempuh melalui Desa Sirnoboyo lantas mengambil arah Pantai Pelabuhan Gelon, Desa Plumbungan. Selanjutnya jalan kaki menyusuri tebing karang hingga lokasi.
Jalur kedua melalui ruas timur. Yakni menuju Desa Plumbungan. Dari lokasi pemukiman di puncak gunung itu perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri hutan belantara sejauh lebih dari 3 Km. Deburan ombak khas laut selatan baru terlihat setelah melintasi medan naik turun selama hampir 45 menit.
"Daerah ini memang sangat berbahaya. Warga dusun sini saja sudah 5 orang yang tidak pulang waktu melaut," kenang Bejan (45) nelayan warga Dusun Yemono yang memandu detiksurabaya.com menuju lokasi.
Meskipun dihadapkan tantangan medan, namun upaya pencarian akan terus dilakukan. Sesuai prosedur, kata Kasi Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD, Juri, penyisiran baru dihentikan jika dalam tempo 1 minggu jasad korban tidak ditemukan.
Memasuki hari ke-3 pencarian, Minggu (7/10/2012), seluruh potensi yang ada akan diterjunkan. Diantaranya dari Tim Reaksi Cepat, Satpolair, SAR dan dibantu nelayan. Asumsinya, jenazah yang tenggelam biasanya mengapung setelah memasuki hari ke-2.
"Tadi pihak Basarnas juga menelepon, kemungkinan besar akan membantu kita di lapangan," imbuh Juri sambil sesekali melakukan kontak radio melalui HT.
(bdh/bdh)










































