"Kita lakukan langkah antisipasi berkaitan dengan naiknya status Gunung Bromo. Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak seperti camat dan kepala desa," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Jumat (5/10/2012). Ia berharap status Gunung Bromo kembali turun.
Koordinasi juga dilakukan pihak BPBD dengan Dinas Kesehatan serta dinas-dinas terkait serta pihak pemantau Gunung Bromo sehingga siap jika sewaktu-waktu terjadi letusan. Pihaknya juga mengimbau agar warga tetap tenang.
"Kita juga terus berkoordinasi dengan petugas pemantau Gunung Bromo dari PVMBG. Kita mengimbau warga tetap tenang," tandas Yudha.
Warga Tengger tidak terpengaruh dengan kenaikan status Gunung Bromo. Warga masih tampak beraktifitas normal sebagaimana biasanya.
Seperti diketahui, status Gunung Bromon meningkat dari Normal level I menjadi Waspada level II sejak 3 Oktober 2012. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Kepala Wilayah I memberikan imbauan jarak batas aman bagi pengunjung, yakni sejauh 1 kilometer dari bibir kawah aktif.
(bdh/bdh)










































