Meski mendapatkan ganti, namun bangunan yang akan ditempati oleh SDN Gedeg 1 dan II hingga saat ini belum rampung pembangunannya, dan kondisinya masih memprihatinkan.
Untuk sementara, proses belajar mengajar siswa SDN Gedeg I dan II bakal dititipkan di SMA Negeri Gedeg.
Penitipan ini tentu mendapat respon penolakan dari 170 wali murid di dua SD tersebut. Pasalnya, di SMA itu sendiri, ruangan sangat terbatas. Wali murid menolak jika murid SD masuk siang setelah siswa SMA selesai sekolah.
Menurut Sugito, Ketua Komite SDN I dan II Gedeg, pengembangan RS ini dinilai sangat arogan. Sebab, pengganti gedung sekolah itu belum rampung 100 persen. Bahkan, lokasi penggantinya juga sangat memperihatinkan. "Gedung yang masih digarap itu lokasinya berada di tengah kebun tebu," ujarnya.
Gedung baru itu, masih dalam penggarapan 10 persen. Selain itu, akses jalan juga berupa jalan sawah dan halamannya berupa kebun tebu. Gedung ini ditargetkan rampung 45 hari lagi. Hal ini dinilai oleh komite tak akan rampung.
"Sangat ironis sekali jika pengembangan rumah sakit harus korbankan pendidikan. Harusnya, pengembangan ditunda dulu sebelum gedung baru selesai," ungkap Sugito di lokasi gedung baru, Jumat (5/10/2012).
Pantauan detiksurabaya.com di gedung baru yang masih proses pembangunan, hanya ada 6 lokal tanpa kamar mandi di lahan tepat di tengah kebun tebu itu. "Idealnya harus ada 18 lokal serta kamar mandi dan lahan parkir. Ini tak sesuai standar," sesal Sugito.
(bdh/bdh)











































