"Iya status menjadi Waspada sejak 3 Oktober kemarin. Kami imbau pengunjung mewaspadainya," tegas Setyo Utomo saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (4/10/2012) siang.
Kepala Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) ini telah memberikan imbauan jarak batas aman bagi pengunjung, yakni sejauh 1 kilometer dari bibir kawah aktif. "Demi keamanan," tandasnya.
Meski begitu, lanjut dia, akses utama menuju gunung tereksotik di Jawa Timur itu telah ditutup hingga 28 November 2012, karena dilakukan perbaikan infratrutur. "Jalur utama ada perbaikan ditutup total, itu sangat menguntungkan membantu sosialisasi kondisi terkini Bromo," sambung dia.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, dan potensi bahaya erupsi dilansir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana Geologi dalam situsnya, terhitung sejak Tanggal 3 Oktober 2012 pukul 12.30 WIB, status Gunung Bromo dinaikkan menjadi Waspada Level II.
Menyusul terekam amplitudo gempa tremor terus membesar hingga mencapai 22 mm sejak pukul 10.30 WIB, terekam juga gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-11 mm dan dominasi 7 mm di Tanggal 2 Oktober. Sementara mulai Tanggal 1 hingga 28 September 2012 terekam 6 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan 57 kali gempa tektonik jauh.
selain itu sejak Tanggal 1-3 Oktober 2012 teramati asap kawah putih tipis, tekanan lemah dengan tinggi asap mencapai 50 meter, serta dari pos pantau sesekali tercium bau belerang lemah sampai sedang.
(bdh/bdh)











































