Sebelumnya, para pasien miskin itu, dijanjikan bisa masuk Rumah Sakit Kanjuruhan. Namun sampai kini kebijakan itu jauh dari kenyataan.
"Hanya janji, kami mengurusnya sulit," terang Widi Prasetyo, salah satu keluarga pasien yang ikut aksi ngemis itu.
Karena itu, lanjut dia, seluruh keluarga pasien gagal ginjal mengadakan aksi mengemis ini seraya membawa kotak penggalangan dana.
Dalam aksinya, para keluarga pasien itu berkeliling ke seluruh ruangan di kantor Dinkes.
Tragisnya, saat ketemu dengan sejumlah staf di kantor Dinkes, malah banyak yang menolak untuk memberikan sumbangan. Kehadiran awak media meliput aksi itu merubah sikap para pegawai hingga rela memberikan santunan. Hingga kini Dinkes setempat belum memberikan keterangan terkait aksi para keluarga pasien gagal ginjal ini.
(bdh/bdh)











































