Sebanyak 312 LKS Bahasa Inggris bergambar Miyabi itu dikumpulkan di halaman sekolah dan dibakar beramai-ramai. Pemusnahan LKS ini, dilakukan oleh Suharsono, Kepala Dinas Pendidikan setempat dan Kasek SMPN 1 Sooko, Eko Santoso.
Menurut Suharsono, LKS bergambar Miyabi ini menyebar di beberapa sekolah tingkat SMP swasta dan seluruh SMP Negeri di Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 29 sekolah. LKS yang dimusnahkan, diganti dengan yang baru tanpa dipungut biaya apapun.
Sesuai Perbup No 44 tahun 2008, semua LKS yang akan disebar ke pelajar, harus dikaji ulang. Namun, pihaknya mengakui jika penyebaran LKS itu memang kelalaian.
"Memang ada kelalain dari kami," ujarnya di sela-sela pembakaran.
Dia menambahkan, akibat LKS Miyabi ini, pihaknya mengambil sikap tegas. Semua buku pelajaran siswa yang terdapat gambar tak dikenali, berbau pornografi ataupun artis, akan diblacklist. Semua buku itu akan diganti dengan buku bergambar pahlawan nasional dan tokoh-tokoh.
Kasek SMPN 1 Sooko, Eko Santoso berharap penyebaran LKS bisa dijaki lebih ketat lagi.
"Ini memang kelalaian tim pengkaji. Kita sebagai guru terkadang tak tahu itu gambar siapa," katanya.
(fat/fat)











































