"Seharusnya setelah berusia 3 bulan baru bisa dipanen. Ternyata belumk genap umurnya sudah keburu kering," kata Kusno (64), petani Kacang Hijau kepada detiksurabaya.com, Minggu (30/9/2012) siang.
Warga Dusun Krajan, Desa Purworejo, Pacitan itu mengaku tidak tahu pasti penyebab mengeringnya tanaman kacang hijau miliknya. Sebab, hampir tiap tahun dirinya menanam palawija, baru kali ini mendapati gejala tersebut. Pantauan detiksurabaya.com, tanaman bukan hanya mengering pada bagian buah, namun daunnya juga menguning dan berlubang.
Selain menyerang kacang hijau, fenomena tua prematur juga terjadi pada tanaman kedelai. Memang, biji tanaman bahan baku tempe dan tahu tersebut tidak sampai mengering. Hanya saja, daunnya menguning sedangkan buahnya lebih kecil dari ukuran normal karena tua sebelum waktunya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pacitan, Pamuji membenarkan rusaknya tanaman palawija akibat kemarau panjang. Menurutnya, hal itu terjadi karena tanaman mengalami stres akibat minimnya catu air untu kebutuhan fotosintesis. Disisi lain tidak semua petani memiliki mesin diesel untuk irigasi.
Menurut laporan penyuluh lapangan, terang Pamuji, panen dini terjadi merata hampir di seluruh wilayah kecamatan. Pasalnya, dari 12 kecamatan yang ada hampir semuanya merupakan lahan kritis dan sulit air. Pihaknya akan berupaya secara bertahap menyediakan fasilitas mesin penyedot. Hanya, program itu tidak dapat dilakukan cepat mengingat terbatasnya anggaran.
"Apa yang dilakukan petani sudah benar. Yakni dengan memanen lebih awal," katanya dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon.
(bdh/bdh)











































