"Korban dituduh dukun santet. Dilempari dan digebuki," kata Sekretaris Desa Sruwi, Adam sembari menunjukkan TKP yang masih banyak genangan darah korban, Sabtu (29/9/2012).
Sebelum dibantai beramai-ramai, lanjut Adam, korban seperti biasa ke warung kopi sebelah rumahnya dan sempat bercanda-canda dengan tetangga. Setelah itu, korban pulang ke rumah.
Selang 30 menit korban menutup pintu rumah, tiba-tiba dari arah luar puluhan orang datang dan berteriak memanggil dan memintanya keluar. Namun karena korban tidak kunjung keluar, warga lalu melempari rumah korban hingga kaca pecah dan pintu rusak.
Diduga takut dengan warga yang kalap, korban lalu berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Mengetahui korban lari, warga langsung mengejar dan melempari dengan batu.
Tubuh renta korban tersungkur ke tanah dan kontan menjadi sasaran empuk amuk warga. Korban digebuki beramai-ramai dan mengalami luka di sekujur tubuhnya.
"Kejadiannya tadi malam, tetangganya menemukan korban sudah tidak bernyawa," terang Adam.
Meski begitu, Adam dan tetangga lainnya tidak mengetahui dengan persis siapa-siapa pelaku pembantaian itu. "Ngak tahu saya," timpal Nur, tetangga korban.
Saat ini jenazah korban berada di rumah sakit untuk divisum. Sementara 7 orang termasuk Kades Sruwi dan seorang Kasun sedang diperiksa polisi. Rumah korban yang rusak parah di bagian depan juga sudah dipasangi garis polisi.
TKP korban dibantai juga tampak garis polisi. Genangan darah korban tampak mengering di lokasi berjarak 10 meter dari rumahnya. Sementara polisi belum memberikan keterangan resmi atas kejadian yang menggerkan warga tersebut.
(fat/fat)











































