Saat menerima surat panggilan, Sunaryo (60) jadi marah-marah dan membacok Zulkifli. Merasa nyawanya terancam, Kanit Reskrim Polsek Jatibanteng itu tidak tinggal diam. Seketika itu Zulkifli menembak paha kiri pelaku hingga ambruk.
"Anggota terpaksa menembak paha pelaku karena tembakan peringatannya tidak digubris. Sekarang keduanya dirawat di RSU Besuki," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, Jumat (28/9/2012).
Keterangan yang dihimpun, kejadian yang menimpa Aiptu Zulkifli itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban bermaksud mengantar surat panggilan kedua terhadap Sunaryo. Entah kenapa saat surat hendak diserahkan Sunaryo langsung marah-marah.
Bahkan dia langsung mengambil sebilah celurit. Tahu begitu, Zulkifli juga mengambil pistol yang terselip di pinggangnya dan melepaskan tembakan ke udara. Namun, upaya peringatan itu tidak digubris Sunaryo.
Bahkan saat itu pelaku nekat mengayunkan celuritnya hingga mengenai tangan kiri Zulkifli. Merasa terancam, Zulkifli langsung mengarahkan moncong pistolnya ke arah kaki Sunaryo. Dorr..!! Sekali tembak, pelaku langsung ambruk.
"Kejadiannya barusan, jadi sekarang masih dalam penyelidikan. Tunggu saja perkembangan lebih lanjut," tukas AKP Wahyudi.
(fat/fat)











































