Dipukuli Promotor, Wartawan Desak Pemkot Blacklist AN Promosindo

Dipukuli Promotor, Wartawan Desak Pemkot Blacklist AN Promosindo

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2012 12:23 WIB
Mojokerto - Belasan wartawan media cetak dan elektronik menggelar unjukrasa di depan Kantor Pemkot Mojokerto. Mereka minta memblacklist AN Promosindo, promotor musik dangdut yang melakukan kekerasan terhadap wartawan.

Belawan wartawan ini awalnya melakukan aksi di depan Kantor Pemkot. Mereka membawa poster bertuliskan tuntutan agar AN Promosindo tak diizinkan menggelar event di Kota Mojokerto. Sebab, mereka terkesan arogan.

Setelah melakukan orasi beberapa saat, para wartawan diperbolehkan masuk untuk menemui Walikota Mojokerto, Abdul Gani Soehartono. Dalam pertemuan ini, Gani meminta penjelasan permasalahan yang dialami beberapa wartawan yang dipukuli saat meliput konser dangdut Sagita.

"Tak semestinya pihak promotor ini melakukan tindakan arogan itu. Secara baik-baik kan bisa," kata Gani di depan para wartawan.

Dalam penjelasan itu, Gani menyayangkan pihak keamanan AN Promosindo yang arogan dengan memukuli wartawan. Untuk itu, perwakilan Event Organizer (EO) ini langsung didatangkan di kantor Pemkot. Dalam perundingan itu, pihak EO meminta maaf kepada wartawan atas perilaku anggotanya.

"Saya pribadi dan atas nama AN Promosindo meminta maag kepada rekan-rekan wartawan tadi malam," kata Manajer Operasional, Nur Haji di hadapan wartawan.

Untuk itu, Gani yang memediasi pertemuan ini, meminta semua elemen terkait, seperti Pemkot, Polresta Mojokerto dan PWI perwakilan Mojokerto, agar menandatangani kesepatakan damai di atas surat bermaterai. Dengan begini, diharapkan tak terjadi perasaan dendam.

Sementara itu, Mochammad Chariris, salah satu wartawan media cetak yang juga terkena pukulan, akan terus meminta agar perisinan AN Promosindo di Kota Mojokerto diblacklist.

"Kalau bisa, promotor ini tak diperbolehkan disini. Mereka bukan EO, tapi preman," katanya.

Sebelumnya, konser dangdut Sagita di Lapangan Ahmad Yani Kota Mojokerto, diwarnai aksi kericuhan antara pihak keamanan promotor dengan wartawan di atas panggung. Para wartawan didorong hingga terjungkal dan baku pukul pun tak terhindarkan.

(fat/fat)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.