Dari pengamatan detiksurabaya.com, Senin (24/9/2012) pukul 21.00 WIB, kebakaran semakin hebat dan api sudah merambat ke wilayah Lawang, Malang.
"Api sudah ke merembet ke hutan di wilayah Lawang," kata Kepala Seksi Malang – Pasuruan Tahura R Soerjo, Gatot Sundoro.
Kebakaran kali ini merupakan rangkaian dari sedikitnya 20 kali kebakaran yang terjadi sejak bulan Agustus – September 2012. Diperkirakan seluas 700 hektar lahan hutan di kawasan pegunungan Arjuna sudah habis terbakar.
"Petugas dari Pamhut dan petani sudah putus asa memadamkan api. Sudah tidak berdaya," ujar Gatot.
Data dari Kelompok Tani Tahura, 12 blok hutan yang terbakar diantaranya Blok Sidomulyo, Watu Lawang, Persil Trenggiling, Ratawu, Torong Wedhus, Tong Roto. Ke-6 blok ini masuk dalam wilayah Perhutani. Sedangkan Blok Semar Sepilar, Lincing, Rangsang, Gumandar masuk wilayah Tahura R Soejo.
"Hari ini saja sekitar 250 hektar lahan sudah hangus terbakar," ujar Sekretaris Kelompok Tani Tahura (KTT), Prigen, Dardiri. Menurutnya, lebih dari 200 petani dan petugas yang naik memadamkan api terpaksa harus kembali turun karena tidak bisa berbuat apa-apa di tengah kobaran api.
Pihak Tahura maupun para petani mengaku sudah tidak berdaya dan putus asa dengan kebakaran yang melanda kawasan gunung Arjuna. Berbagai upaya pemadaman yang mereka lakukan selama ini seakan sia-sia. Sementara sama sekali tidak ada kepedulian dari institusi terkait, baik pemerintah maupun swasta.
"Tidak ada (bantuan). Logistik untuk memadamkan api selama ini dari swadaya. Banyak petani yang jual ternak untuk dana pemadaman," tandas Dardiri, yang mengaku sudah menjual sapi untuk logistik anggotanya untuk memadamkan kebakaran.
Alih fungsi hutan dan ulah pemburu liar merupakan penyebab kebakaran, selain penyebab faktor musim kemarau.
(bdh/bdh)











































