Dikecewakan PT KA, Pedagang Ancam Wadul ke Dahlan Iskan

Dikecewakan PT KA, Pedagang Ancam Wadul ke Dahlan Iskan

Tamam Mubarrok - detikNews
Senin, 24 Sep 2012 15:08 WIB
Dikecewakan PT KA, Pedagang Ancam Wadul ke Dahlan Iskan
Mojokerto - Ratusan pedagang asongan yang berunjukrasa di depan Stasiun Mojokerto, merasa dikecewakan PT KA. Sebab, untuk membahas aktivitas berdagang lagi, para pedagang harus berdialog kembali. Namun, jika tak menemukan hasil, mereka akan menemui Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Ketua paguyuban pedagan asongan kereta api (KA) se-Jawa, Irwan Susanto mentagakan, dalam audiensi dengan PT KA yang diwakili Daops VIII Surabaya, tak menemukan hasil yang memuaskan.

Dalam audiensi itu, PT KAI tetap meminta agar pedagang tak berjualan dalam kereta. Karena keputusan ini dianggap berat sebelah, pihak pedagang menolak dan akan menentangnya.

"Kita tetap menuntut agar diperbolehkan berdagang lagi," katanya kepada detiksurabaya.com usai unjukrasa, Senin (24/9/2012).

Menurutnya, untuk membahas polemik ini, PT KA rencananya akan menggelar pertemuan dengan pedagang ini sesuai Daops masing-masing. Untuk wilayah Daops VIII Surabaya, rencananya akan digelar Rabu (26/9/2012) di Surabaya.

Namun, jika pertemuan itu tak membuahkan hasil yang sama-sama menguntungkan, pedagang asongan akan menemui Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Sebab, Dahlan pernah mengatakan jika pedagang dalam kereta tak boleh dihilangkan, melainkan harus disejahterakan.

"Pak Dahlan Iskan suatu hari pernah ketemu dengan kita di Madiun. Beliau mengatakan, pedagang dalam kereta tak boleh dihilangkan, melainkan harus disejahterakan. Kita akan wadul ke beliau," katanya.

Sementara Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sri Winarto mengatakan, hingga pertemuan yang akan datang, para pedagang masih diperbolehkan berdagang. Namun, aktivitasnya dibatasi hanya saat kereta berhenti saja. Saat berjalan, pedagang harus turun.

"Sampai pertemuan itu, para pedagang masih diperbolehkan berdagang yang dibatasi. Nanti kita akan beri arahan semuanya khusus Daops VIII. Semoga ada solusi terbaik," katanya.

(fat/fat)
Berita Terkait