Ketua GM FKPPI Jatim, Agoes Soerjanto mengeluhkan kedewasaan dan cara berpikir anggota KPUD Batu yang lambat. "Masa harus menunggu adanya insiden kekerasan yang memungkinkan jatuhnya korban diantara rakyat. Bukti amar putusan sengketa Pilkada Kota Batu yang dikeluarkan oleh PTUN kan sudah jelas," ujarnya dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com, Sabtu (22/9/2012).
Agoes juga mengungkapkan, awal penetepan pasangan Eddy-Punjul terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat (20/9) massa terlibat bentrok dengan kepolisian di depan Kantor KPU Batu.
Dalam bentrok tersebut polisi beberapa kali melepaskan tembakan peringatan. "Setelah insiden ini baru kelima anggota KPUD Batu bersedia menandatangani Surat Keputusan Perubahan Penetapan Daftar Calon yang didalamnya memuat Eddy Rumpoko sebagai calon dengan nomor urut 4," ungkapnya.
Dengan keluarnya SK masuknya pasangan Eddy-Punjul, Agoes melihat sebuah kewajaran, pasalnya dalam amar putusan PTUN sudah disebutkan jelas serta pencoretan pasangan tersebut merupakan preseden pertama di Indonesia agar jajaran KPU tidak arogan dan sewenang-wenang dengan gegabah mencoret seorang calon.
"Anggota KPU harusnya paham kalau mereka hanyalah panitia penyelenggara pemilu semata dan tidak usah bermain politik. Kalau mau bermain politik masuk saja parpol jangan jadi anggota KPU," ujarnya.
Selain itu, kata Agoes, pihaknya akan terus mengawal proses ini untuk mengawal di seluruh wilayah Jawa Timur serta harapan berlangsungnya Pilkada Kota Batu secara jurdil.
"GM FKPPI Jatim akan concern pada dukungan penegakan hukum dan konsisten untuk menjaga marwah organisasi yang menjadi “rumah bersama” bagi semua aspirasi sosial politik dan tidak berpihak pada salah satu parpol tertentu," tegas Agoes.
(ze/bdh)










































