Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, saat itu Siti hendak ke Wonokromo Surabaya dengan menaiki KA Logawa Jurusan Purwokerto - Jember. Saat itu, Siti bersama keluarganya duduk di gerbong ketiga dan dudu di sebelah kiri.
Namun, saat hendak sampai di Stasiun Mojokerto, secara tiba-tiba kepala Siti terkena lembaran batu dari luar kereta. Seketika itu, kepala Siti berlumuran darah. Wanita yang hamil tua ini hampir pingsan karena pendarahan di kepalanya.
Kondisi kepala berdarah ini, membuat penumpang di gerbong tiga panik akan lemparan susulan. Beberapa penumpang juga mencoba membasuh luka Siti di kepalanya. "Kepalanya mencucurkan darah terus. Kita basuh lukanya," kata Arifin (39), salah satu penumpang.
Sesampai di Stasiun Mojokerto, pihak stasiun langsung mengevakuasinya dan dibawa ke UGD RSUD dr Wahidin Soediro Hudoso. Saat dibawa, kondisi Siti melemas karena kondisi kandungannya sudah tua.
Pihak stasiun sendiri saat dikonfirmasi mengenai biaya pengobatan korban dan perihal kejadian ini, belum bisa menjawab. Sebab, Kepala Stasiun Mojokerto, Adin Suwiknyo tak berada di kantor. "Pak Adin masih keluar. Kita tak berhak menjawab," kata seorang petugas saat dihubungi detiksurabaya.com.
Meski sempat membuat panik penumpang, tak mengganggu perjalanan KA Logawa. Kereta itu diberangkatkan kembali ke Surabaya. "Kereta tak mengalami keterlambatan apapun. Tak ada masalah," kata petugas itu.
(bdh/bdh)










































