Rincian santri yang diberi subsidi yakni 11.750 santri tingkat sekolah dasar (Ula). Yang tersebar di 227 madrasah. Besarnya subsidi yakni Rp 15 ribu persantri perbulan. Sedangkan santri tingkat sekolah menengah pertama atau wastha, sebanyak 7.250 orang di 105 madrasah.
"Untuk tingkat wastha, subsidi yang diberikan sebesar Rp 25 ribu persantri perbulan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, kepada wartawan, Rabu (19/09/2012).
Subsidi pendidikan tersebut dicairkan melalui rekening madrasah setiap 6 bulan sekali. Bantuan tersebut wajib digunakan untuk operasional sekolah. Konsep subsidi itu sendiri sama persis dengan Biaya Operasional Sekolah, program dari pemerintah pusat.
Anggaran untuk subsidi pendidikan santri dan insentif guru tersebut sebesar Rp 7 miliar dari APBD Banyuwangi tahun 2012. Subsidi pendidikan Madrasah ini bentuk kepedulian Pemkab, karena Madrasah Diniyah selama ini tidak mendapat bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Sementara itu insentif untuk 2 ribu guru Madrasah Diniyah dan swasta sebesar Rp 300 ribu perbulan. Dan juga dicairkan tiap 6 bulan sekali. Siang hari tadi Bupati Banyuwangi, Abdullaah Azwar Anas, secara simbolis mencairkan dana ke dua program itu di Lapangan Tenis Indoor Gor Tawang Alun, Banyuwangi.
(fat/fat)










































