Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Hanya saja, seekor sapi milik Rahman (42), menantu Halimah, nyaris ikut terpanggang karena lokasi kandangnya berdekatan dengan rumah Halimah. Meski berhasil diselamatkan, sapi betina itu mengalami sejumlah luka bakar.
"Tadi saya lihat asal apinya itu dari bagian kandang. Tidak tahu munculnya api itu dari mana, karena pemilik sapi mengaku tidak menyalakan perapian. Saya langsung selamatkan sapinya," kata warga setempat, Musiran kepada detiksurabaya.com, Sabtu (15/9/2012).
Insiden kebakaran itu membuat warga sekitar panik karena lokasi kebakaran berada di daerah padat pemukiman penduduk. Saking resahnya, sebagian warga sudah bersiap mengemasi barangnya karena khawatir api terus menjalar ke rumah-rumah lain.
"Tadi warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah Bu Halimah, karena apinya cepat besar," timpal Sugianto, warga lainnya.
Keterangan yang dihimpun, saat musibah kebakaran terjadi Halimah sedang berada di rumah anaknya, tak jauh dari rumahnya untuk membantu bikin kue. Halimah terkejut saat warga berteriak-teriak ada kebakaran. Disebut-sebut api berasal dari bagian kandang ternak, di samping rumah Halimah.
Dengan peralatan seadanya warga sempat berusaha memadamkan api. Namun amukan si jago merah terus berkobar dan membakar habis rumah berdinding anyaman bambu dan kayu. Bahkan sebagian rumah milik Hosni (40) dan Bunima (63) di belakang dan samping rumah Halimah juga ikut terkena jilatan api.
Api baru berhasil dijinakkan sekitar 45 menit kemudian setelah PMK pemkab Situbondo datang ke lokasi kejadian.
"Keterangan warga api berasal dari kandang ternak, tapi pemilik ternak mengaku tidak menyalakan perapian. Makanya kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini," tandas Kapolsek Panarukan AKP Supadi di lokasi kejadian.
(fat/fat)











































