Beruntung, saat api berkobar tiga toko terdiri dari toko pracangan, konter HP, toko tembakau, tempat cuci sepeda motor dan gudang, itu sedang kosong karena pemiliknya tidur di rumah.
Meski tidak menimbulkan korban, namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta. Tak heran, pemilik toko dan tempat cuci sepeda motor, Nur Laila (42), warga Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, langsung menangis melihat tempat usahanya dilalap api hingga nyaris rata udengan tanah.
"Saya baru tadi siang kulakan, semuanya sudah lengkap. Semua toko ini tempat usaha keluarga saya, hanya toko tembakau itu yang disewa ke orang dari Desa Kayu Mas. Saya tahu toko saya terbakar setelah dikabari warga," kata Nur Laila di lokasi kejadian.
Keterangan yang dihimpun, kebakaran itu diduga bermula dari toko pracangan milik Nur Laila yang berada di deretan tengah, sekitar pukul 24.15.WIB. Saat itu, Sukarto yang tinggal bersebelahan curiga dengan suara aneh yang didengarnya dari arah toko. Betapa terkejutnya, setelah dilihat ternyata suara itu berasal dari kayu di bagian atap toko yang
mulai terbakar.
Tahu begitu, kakek 71 tahun itu segera mengontak warga dengan berteriak kebakaran. Mendengar ada kebakaran warga sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran si jago merah terus membesar karena saat bersamaan angin bertiup cukup kencang. Bahkan, dalam tempo yang tidak terlalu lama beberapa bangunan toko dan gudang di sebelahnya ikut terbakar.
Baru sekitar satu jam kemudian, kobaran api itu baru berhasil dijinakkan setelah tiga unit PMK pemkab Situbondo di datangkan ke lokasi kejadian.
"Tadi sempat terdengar bunyi ledakan satu kali, mungkin kompresor untuk cuci sepeda motor itu yang meledak. Kami belum tahu penyebab kebakaran ini, tapi kemungkinan dari arus pendek listrik. Untuk kerugiannya sekitar Rp 200 jutaan," kata M Nizar, anggota DPRD Situbondo yang rumahnya cukup dekat dengan lokasi kebakaran.
Polisi sendiri masih enggan berspekulasi terkait penyebab kebakaran tersebut. Ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Panarukan AKP Supadi mengatakan, meski sempat muncul dugaan akibat korsleting listrik tetapi pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan.
"Kami masih harus melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran ini," kata Supadi kepada wartawan.
(fat/fat)










































