Penyisiran dilakukan untuk membersihkan bahan peledak yang dipakai membuat bom dan mengantisipasi ledakan susulan. Diduga sisa bom ikan masih berserakan di dalam rumah.
Penyisiran dimulai sejak pukul 07.00 Wib. Tim bejumlah 5 orang dengan peralatan lengkap dikomandani AKP Teguh S.
Pantauan detiksurabaya.com tampak petugas gegana mengeluarkan benda-benda diduga bahan peledak. Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke kantong-kantong yang telah disediakan. Petugas sempat meledakkan beberapa bahan peledak untuk mengujinya.
"Masih lama (penyisirannya). Kita tunggu saja hasilnya," kata AKP Akhmad, Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota di lokasi, Rabu (12/9/2012).
Sementara itu Muslimin, yang menyerahkan diri pasca ledakan bom ikan membenarkan pihaknya membuat bom ikan. Saat itu istrinya, Kasiani sedang meracik bom ikan.
"Istri saya saat itu sedang membuat (bom ikan) sendirian. Waktu itu saya sedang di luar rumah. Kami terpaksa membuat bom ikan karena ekonomi," ujarnya.
Kehadiran Muslimin saat digelar olah TKP kemarin membuat haru keluarga, khususnya sang anak. Dia disambut pelukan dan ciuman putrinya, Kristina, tanpa mempedulikan pengawalan polisi. Tak lupa, Kristina juga sempat mencium tangan ayahnya yang juga tampak terharu.
"Iya kangen banget (sama ayah)," ujar Kristina lirih.
(fat/fat)










































