Meski pertemuan antara kedua belah pihak sempat berlangsung alot, namun membuahkan hasil dengan kesepakatan.
"Pemicunya yang pertama adalah masalah minuman keras. Karena, para pemuda sama-sama saling suka menenggak miras," kata Nur Mahmudi, Kepala Desa Tambak Rejo saat digelar pertemuan di Kecamatan Waru, Selasa (11/9/2012).
Selain itu, Mahmudi panggilan akrabnya menambahkan, sebelumnya juga ada masalah pribadi. Namun, dirinya tidak mengetahui masalah dendam apa.
"Yang jelas masalah awalnya hanya miras. Karena di bawah pengaruh miras akhirnya muncul dendam pribadi yang terjadi antara warga Desa Tambak Rejo dengan Tambak Sawah," tegasnya.
Semnetara salah seorang dari Badan Pemerintahan Desa (BPD) Tambak Sawah, tidak menampik jika persoalan miras dan dendam lama penyebab tawuran hingga kedua warga saling lempar batu, bom Molotov dan botol.
"Sebenarnya masalahnya hanya sepele, yakni saat itu ada perlombaan musik patrol di bulan ramadan. Ternyata, para pemuda dari Desa Tambak Rejo dan Tambak Sawah saling ejek. Akhirnya, menimbulkan perkelahian," terang Kepala BPD Huda.
Ternyata, lanjut Huda, ejekan tersebut menimbulkan efek yang cukup besar. Apalagi terjadi perkelahian antara warga Desa Tambak Sawah dengan warga Desa Tambak Rejo.
"Perkelahian itu sebenarnya sudah dilakukan perdamaian. Tapi, kenapa perkelahian kembali terjadi pada semalam. Yang menyebabkan lebih parah dari sebelumnya," ujar dia.
Kini, kedua belah pihak saling berharap kepada aparat penegak hukum bertindak tegas dan secepatnya menangkap orang yang menjadi pemicu perkelahian antar dua desa.
"Kita akan menangkap secepatnya. Beri kita waktu 1-2 hari, agar bisa menangkap dua orang yang jadi pemicunya," tegas Kapolres Sidaorjo AKBP Marjuki, di tengah-tengah pertemuan.
(fat/fat)
