Trailer Terbalik, Sepasang Kekasih Tewas Terjepit Kabin

Trailer Terbalik, Sepasang Kekasih Tewas Terjepit Kabin

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 11 Sep 2012 13:24 WIB
Trailer Terbalik, Sepasang Kekasih Tewas Terjepit Kabin
Situbondo - Sebuah truk trailer terbalik di jalur pantura Situbondo, Selasa (11/9/2012) diduga sopir mengantuk. Trailer B-9332-WV muat paku bumi itu terbalik di tepi jalanan menikung di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih.

Akibat kecelakaan tunggal tersebut, sepasang kekasih yang berada di kabin truk tewas dengan kondisi mengenaskan. Sopir trailer, Trio Budianto (22) dan kekasihnya Veni Novianti (19), sama-sama terjepit kabin truk yang ringsek.

Budianto tewas lebih dulu dengan luka berat di bagian kepala. Tak lama berselang, Veni Novianti menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam proses evakuasi dari dalam truknya.

Kedua jenazah warga Rembang dan Kendal, Jawa Tengah, konon sudah bertunangan dan siap menikah dalam waktu dekat, langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Dugaan sementara sopir mengantuk. Atau, bisa juga sopir lalai saat hendak memasuki jalanan menurun sambil menikung, sehingga truknya kebablasan sampai terbalik. Kemungkinan rem blong sangat kecil, karena kondisi truk masih built up," kata Kanit Laka Lantas Polres Situbondo, IPTU Bahtiar kepada detiksurabaya.com, Selasa (11/9/2012).

Keterangan yang dihimpun, sebelum kecelakaan tunggal truk trailer melaju dari arah Surabaya. Kecelakaan terjadi saat truk akan keluar dari kawasan Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih. Saat itu jalanan cukup menurun yang langsung diikuti dengan tikungan ke arah kanan.

Di situlah trailer mulai berjalan oleng dengan kecepatan sedang. Bahkan, di jalanan menurun laju trailer makin tidak terkendali hingga ban kirinya terperosok ke tepi jalan raya. Seketika itu truk langsung miring dengan ban bagian kanan terangkat, sebelum akhirnya terbalik. Muatan paku bumi yang diangkut trailer ikutan tumpah.

"Yang pasti, penyebab pasti kecelakaan itu karena sopirnya lalai. Truknya sekarang sudah kami amankan untuk bahan penyelidikan," pungkas Bahtiar.

(fat/fat)
Berita Terkait