Pantauan detiksurabaya.com, aksi serang itu terjadi Pukul 00.52 Wib, Selasa (11/9/2012).
Aksi itu meletus karena warga Tambak Rejo kecewa, lantaran polisi tidak segera menangkap pelaku pembacokan yang melukai dua warganya saat tawuran yang pertama pecah.
Ratusan orang dari Tambak Rejo tanpa dikomando pun menyerang dengan melempari batu dan molotov ke arah warga Tambak Sawah yang juga telah siaga dan mempersiapkan batu maupun botol dan molotov.
Jarak kedua kubu berkisar 20 meteran. Polisi yang sudah standby itu berusaha menghentikan tawuran dengan melepaskan sejumlah tembakan ke udara. Namun, kedua kubu tidak menghiraukan.
"Bubar..bubar..kembali ke rumah masih-masing," teriak Kapolsek Waru Kompol Harry Poerwanto yang memimpin langsung di lokasi.
Bahkan Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki juga ke lokasi untuk ikut menghalau massa. Saat aksi lempar batu itu, kapolres sempat terkena batu. Namun beruntung saat itu mengenakan helm.
Warga dari kedua desa pun tak kecut semangat. Mereka tetap bertahan dan tetap saling melempar.
Kedua korban yang luka bacok adalah Wahyudi (21) dan Rian Ainun Alfianto (20). Warga Tambak Rejo itu luka di bagian telinga kanan dan wajah.
(gik/gik)










































