NU Malang Kecam Wacana Sertifikasi Ulama

NU Malang Kecam Wacana Sertifikasi Ulama

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 10 Sep 2012 19:27 WIB
Malang - Munculnya wacana sertifikasi ulama serta ustadz oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menuai reaksi keras dari Nahdlatul Ulama. Langkah itu dipandang membangun kecurigaan pemerintah terhadap umat muslim yang bisa berdampak pada masalah baru.

"Saling curiga akan terjadi dan itu malah tidak baik," tegas Abdul Mujib Syadzili kepada detiksurabaya.com di Hotel Santika Jalan Jaksa Agung Suprapto, Malang, Senin (10/9/2012).

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang ini balik meminta pemerintah turun langsung ke pondok pesantren agar mengetahui bentuk pengajaran yang diberikan. Baginya, wacana sertifikasi tersebut bukan menjadi langkah tepat, untuk menanggulangi diradikalisasi.

"Contoh saja, mau membunuh tikus. Masak harus dan barang semua dihancurkan," tandasnya.

Menurut dia, Islam hadir sebagai rahmatan lil alamin, bukan untuk membangun permusuhan. Selain itu, Islam itu cinta akan kedamaian, karenanya, jangan Islamnya yang disalahkan tetapi, individunya yang melakukan kekerasan yang tidak sepenuhnya memahami Islam.

"Jadi jangan dianggap kami semua radikal, karena alumni ponpes," tutur dia.

Mujib menambahkan, seorang ulama ataupun ustad merupakan wujud kepercayaan umat, sehingga memberikan nama itu. Bukan diberikan oleh pemerintah melalui sebuah aturan tertentu. "Terus apa kewenangan BNPT," tanya dia balik.

Pihaknya berencana mengirim sikap tertulis ditujukan kepada PWNU dan PBNU atas penolakan ini. "Di Kabupaten Malang saja ada 2600 lebih pondok pesantren dan pastinya semua siap melawan, jika wacana itu dijalankan," ucap dia.

Sementara dalam waktu dekat, PCNU Kabupaten Malang akan menggelar pertemuan bersama PWNU Jawa Timur yang mengundang seluruh MWC NU. Dirinya mengaku salah satu menjadi bahasan dalam kegiatan itu menyikapi wacana sertifikasi ulama dan ustad. "Kegiatannya Tanggal 16 September nanti," tutur Mujib.

(bdh/bdh)
Berita Terkait