Beberapa saat sebelum upacara selesai, satu per satu siswi pingsan dan menjerit hingga akhirnya menyebar ke siswi lainnya. Hingga pukul 10.00 WIB, jumlah siswa yang kesurupan terus bertambah. Dan proses belajar mengajar pun dihentikan.
"Pertama cuma 3 anak dan terus bertambah banyak. Mereka menjerit-jerit ketakutan bahkan mengusir teman saya yang berusaha menolong," kata Dwi Novita, siswi kelas X SMU 1 Arjasa kepada detiksurabaya.com, Senin (10/9/2012).
Seluruh siswi yang kesurupan dibawa ke musholla untuk disembuhkan dengan
bantuan orang tua. Namuan banyaknya siswi kesurupan membuat proses
penyembuhan berlangsung lama.
Dari 26 siswi yang kesurupan, beberapa diantaranya dibawa ke Puskesmas Arjasa karena pasca penyembuhan tak sadarkan diri. Siswi tersebut dibawa dengan ambulance beserta tim medis yang datang ke lokasi dibantu mobil Patroli Polsek Arjasa dan Mobil Patroli Satpol PP kecamatan.
Sementara kondisi kesurupan menyebabkan orang tua siswi datang ke sekolah untuk menjemput anaknya dan dibawa pulang. Daripada di sekolah masih banyak orang kesurupan, meski telah diobati.
Pantauan detiksurabaya.com, kondisi sekolah SMU 1 Arjasa dipenuhi warga sekitar yang melihat kesurupan massal. Beberapa warga menduga kesurupan dari salah satu siswi yang mengikuti diklat di Dusun Rayap kemarin telah mengganggu ketenangan mahkluk halus.
"Dari jeritannya untuk dikembalikan, mungkin kemarin dia dianggap telah mengganggu hingga akhirnya siswi lain yang menjadi imbasnya juga," terang Rohmadani, salah seorang warga yang melihat proses penyembuhan.
Menurut Humas SMU 1 Arjasa Lisno, kesurupan ini terjadi kedua kalinya setelah sebelumnya siswa siswinya pulang dari kegiatan sekolah. Dan kesurupan kedua ini merupakan kesurupan terparah yang pernah dialami sekolah.
"Kesurupan sekarang yang banyak, sebelumnya cuma 3 anak dan sekarang justru 26 siswi, setelah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jember, sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa siswinya," jelas Lisno di halaman sekolah.
(fat/fat)











































