Tambang Emas Banyuwangi, IMN vs Intrepid?

Tambang Emas Banyuwangi, IMN vs Intrepid?

- detikNews
Sabtu, 08 Sep 2012 18:24 WIB
Tambang Emas Banyuwangi, IMN vs Intrepid?
Banyuwangi - Ditengah isu perebutan saham proyek tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, PT Indo Multi Niaga (IMN) dikabarkan akan 'mengusir' fasilitas yang didanai Intrepid Mines Limited.

Fasilitas yang ditarik yakni mesin pemboran atau Rig yang selama ini dipergunakan untuk eksplorasi emas. "Itu (Rig) milik kontraktor yang didatangkan Intrepid," kata seorang sumber yang berpesan pada detiksurabaya.com untuk merahasiakan namanya, Sabtu (8/9/2012).

Selain itu, aktifitas kantor juga akan berhenti total. Semua karyawan dari jajaran Manajerial hingga ke staf akan diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sayangnya, PT IMN belum dapat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Pesan singkat yang dikirim detiksurabaya.com, Sabtu (8/9/2012), ke salah satu pejabat PT IMN belum dibalas.

Beredar kabar, kisruh terjadi karena PT IMN menjual 80 persen sahamnya ke investor baru. Dan Intrepid mengklaim bila saham 80 persen itu miliknya. Karena perusahaan asal Australia itu telah memenuhi kewajiban untuk mendapatkan saham tersebut.

PT IMN sendiri selalu membantah adanya keterlibatan modal asing diperusahaannya. Disisi lain Intrepid secara terbuka menyebut ekplorasi di Gunung Tumpang Pitu, yang diberi nama "Proyek Tujuh Bukit Banyuwangi" di internet itu miliknya.

Selain bermasalah dengan Intrepid Mines Limited. PT IMN dikabarkan tengah bermasalah juga dengan Indoaust Mining PTY LTD, Indoaust Minng (BVI) LTD dan seorang bernama Paul Michael Willis, warga negara Australia. Namun kedua perusahaan itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, bungkam saat dimintai komentarnya terkait kemelut tambang emas Banyuwangi, yang terlanjur merelakan hutan produksi dan hutan lindung sebagai lokasi tambang. Zulkifli hanya mengatakan, kemelut itu bukan wilayahnya.

"Itu bukan wilayah saya," singkatnya saat ditanya detiksurabaya.com, saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (7/9/2012) kemarin

Hal yang sama diucapkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, kemelut tersebut tidak berpengaruh pada Pemkab Banyuwangi. Karena yang terjadi adalah kemelut antara dua korporasi.

"Itu (kasus) korporasi to korporasi bisnis to bisnis," jawab Anas, saat berbincang dengan detiksurabaya.com beberapa waktu lalu dikantornya.

(gik/gik)
Berita Terkait