Sumber api diduga kuat berasal dari arus pendek di salah satu ruang kelas. Api dengan cepat melahap tiga ruang kelas dan satu ruang laboratorium komputer. Empat mobil PMK Kabupaten Malang berhasil menjinakkan api, meski api sudah meludeskan seluruh isi ruangan yang terbakar.
Hingga pukul 10.30 WIB, dua mobil PMK masih bersiaga untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, menyebutkan, sebelum kebakaran terjadi seluruh siswa tengah sibuk mengikuti proses belajar mengajar.
Namun, kondisi berbeda sudah terjadi di ruang laboratorium komputer. Sejumlah siswa mengeluh suhu ruangan yang tak wajar. "Dugaan kami ada arus pendek di ruang komputer," ujar Kepala Sekolah MTS Nurul Irsyad kepada wartawan di lokasi kebakaran.
Nurul mengungkapkan, suhu panas dikeluhkan siswa belakangan diketahui adanya kebakaran pada bagian atap plafon, kemudian dengan cepat merembet ke ruangan lain.
Tenaga pengajar mengetahui kejadian itu, langsung mengevakuasi seluruh siswa yang berada di dalam ruang laboratorium. Sejumlah siswa sempat panik atas kejadian itu.
"Kebakaran berawal dari atap plafon," ungkap dia.
Kebakaran ini menyebabkan proses belajar mengajar dihentikan, para siswa diminta untuk meninggalkan lokasi sekolah demi keselamatan. Dan lembaga pendidikan itu menelan kerugian ratusan juta rupiah.
Aparat kepolisian mendatangi lokasi tengah menggelar olah tempat kejadian perkara. Belum diketahui pasti penyebab sumber api melahap tiga ruang kelas tersebut.
"Masih kita selidiki, kepastian kita datangkan labfor nanti," tegas Kapolsek Gondanglegi Kompol Badriyah terpisah.
(fat/fat)










































