Awalnya direncanakan seluruh warga Malang mendapatkan asuransi kesehatan, namun karena dana yang dibutuhkan cukup besar membuat rencana tersebut dialihkan untuk warga miskin.
Dari data yang ada, setidaknya Pemerintah Kota Malang harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 70 miliar untuk asuransi kesehatan bagi 900 ribu warganya.
Namun jika untuk warga miskin, maka dana yang dibutuhkan hanya Rp 35 miliar. "Menjadi prioritas warga miskin dulu," tutur Sutiaji anggota Komisi D DPRD Kota Malang kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
DPRD akan melakukan konsultasi dulu bersama pihak eksekutif untuk menentukan kriteria warga yang layak mendapatkan asuransi kesehatan tersebut.
"Itu dilakukan agar tak ada data susulan di daftar penerima asuransi kesehatan" jelas politisi asal PKB ini.
Meski masih rawan terjadi masalah, namun Pemkot Malang tampaknya mengapresiasi rencana tersebut, salah satunya dengan melakukan kajian tentang asuransi kesehatan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Malang M Shofwan menuturkan, kajian pemberian asuransi bagi warga miskin tengah berjalan. Harapannya, program tersebut tepat sasaran.
"Kajian untuk program itu masih dijalankan. Kami mendukung usulan dewan," tutur Sofwan terpisah.
(/)










































