"Tentu saja kita semua tidak menginginkan kejadian serupa merambah ke Pacitan," kata AKP Mohammad Syamsul kepada detiksurabaya.com di sela operasi.
Kapolsek Donorojo itu menjelaskan, kegiatan operasi maupun patroli memang gencar dilakukan. Hanya setelah peristiwa Solo, intensitasnya ditingkatkan.
Selain dimaksudkan untuk menghadang kemungkinan masuknya teroris, lanjut Syamsul, razia juga dimaksudkan menutup ruang gerak pelaku kejahatan. Termasuk diantaranya pencurian kendaraan bermotor.
"Analisa dan evaluasi selama Bulan September banyak kejadian yang menonjol. Salah satunya curanmor," tambah mantan Anggota Panwaspilkada.
Dalam razia berlangsung hingga menjelang subuh, aparat sempat menggeledah mobil yang membawa senjata api. Setelah dilakukan pengecekan kendaraan jenis Jeep AD 8008 DA milik warga Serengan, Solo terbukti memiliki izin senjata api.
Pengemudi bersama 2 orang penumpang lain mengaku baru saja berburu babi hutan di Hutan Pacitan, namun tidak membuahkan hasil. Mereka lantas kembali melalui jalur barat menuju Solo.
Pantauan detiksurabaya.com, meski berlangsung dini hari, namun cukup banyak kendaraan yang dihentikan dan diperiksa. Selain difokuskan pada mobil boks, penggeledahan juga dilakukan pada tiap kendaraan yang melintas. Seperti mobil pribadi maupun motor.
(fat/fat)











































