Mahasiswi Unibraw Tertipu Pembantu Rektor Gadungan

Mahasiswi Unibraw Tertipu Pembantu Rektor Gadungan

Muhammad Aminuddin - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 18:18 WIB
Malang - Seorang mahasiswi Universitas Brawijaya, Friscia Tri Ardana (19) jadi korban penipuan. Aksi penipuan itu dilakukan orang yang mengaku sebagai Pembantu Rektor III Ainur Rosyid.

Uang sebesar Rp 6,5 juta milik korban pun raib digondol pelaku. Kasus penipuan ini tengah diselidiki Polres Malang Kota.

Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, jika kasus penipuan menimpa mahasiswa asal Dusun Kauman, Desa Pageran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, itu terjadi akhir pekan kemarin.

Berawal dari pesan singkat yang diterima korban berisi penunjukkan sebagai peserta diklat yang digelar Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) di Pulau Bali.

Informasi itu langsung direspon korban dengan menghubungi nomor pengirim. Kopi darat selanjutnya terjadi hingga pelaku memastikan korban telah memperoleh uang saku sebesar Rp 6,5 juta.

Tak merasa menerima uang tersebut, pelaku kemudian meminta korban kembali mengecek saldo rekeningnya melalui mesin ATM. Tanpa curiga korban mendatangi ATM BNI di Jalan Veteran, Kota Malang, sesuai dengan rekening bank yang dia miliki.

Didalam mesin ATM korban kembali menghubungi pelaku untuk mengabarkan uang saku tersebut belum diterima. "Kemudian pelaku memandu korban untuk mengecek, saat itulah uang tabungan korban dikuras pelaku," ujar sumber di kepolisian enggan disebut namanya itu.

Setelah komunikasi telepon terputus korban baru tersadar, jika telah mentransfer uang ke rekening pelaku sebesar Rp 6,5 juta, sesuai dengan slip bukti keluar dari mesin ATM.

"Korban akhirnya melapor, setelah nomor HP pelaku tak kembali bisa dihubungi," sambung sumber detiksurabaya.com.

Kepala Bagian Humas Susantinah mengaku, belum mengetahui adanya kasus penipuan tersebut. Begitu juga terkait adanya undangan pelatihan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) di Pulau Bali Tanggal 8-9 September 2012.

"Kami tidak tahu soal itu," tegas dia dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin (3/9/2012).

Ia menambahkan, memang banyak undangan pelatihan berbagai bidang dari Dikti yang melibatkan peserta dari Universitas Brawijaya. "Namun satu per satunya saya tidak tahu dan apakah memang ada untuk ke Bali tersebut," imbuh dia.

Menurut dia, sangat mustahil terjadi pembantu rektor menghubungi langsung mahasiswanya terkait undangan pelatihan. Dia mensinyalir hal itu menjadi modus pelaku kejahatan untuk memuluskan aksinya.

"Jelas gak mungkin pembantu rektor hubungi langsung mahasiswanya, apalagi melalui telepon," tutur dia. (fat/fat)
Berita Terkait