Pesantren YAPI Siap Tampung Anak-anak Korban Kerusuhan Sampang

Pesantren YAPI Siap Tampung Anak-anak Korban Kerusuhan Sampang

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 16:46 WIB
Pesantren YAPI Siap Tampung Anak-anak Korban Kerusuhan Sampang
Pasuruan - Kondisi pendidikan anak-anak komunitas Syiah Sampang terabaikan pasca kerusuhan. Pesantren Al Ma'hadul Islami, Yayasan Pesantren Islam YAPI Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan siap menampung anak-anak korban kerusuhan.

"Kita siap menerima. Kita terbuka menerima siswa yang ingin belajar," kata Ketua YAPI, Muhsin Assegaf saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Senin (3/9/2012).

Pihaknya, kata Muhsin, menunggu izin dan rekomendasi dari pemerintah setempat dan Ahlulbait Indonesia (ABI), organisasi Syiah yang saat ini mendampingi korban kerusahan di Sampang.

Menurut Muhsin, anak-anak korban kerusuhan yang ditampung akan disesuaikan dengan kapasitas pesantren.

"Tahun ini kita diterima 60-an santri yang berasal dari berbagai daerah di seluruh nusantara," jelasnya.

Saat ini sebanyak 4 siswa SMP YAPI berasal dari Sampang. Namun, mereka tidak ada yang menjadi korban kerusuhan. Menurut Muhsin, setiap tahun santri dari Sampang, Madura berdatangan. Termasuk pimpinan aliran Syiah di Sampang, Tajul Muluk.

"Dia (Tajul Muluk) juga alumni pesantren YAPI. Saya kenal, tapi tidak satu angkatan," cerita Muhsin.

Total jumlah santri pesantren YAPI sebanyak 400 orang. Mereka terbagi dalam pendidikan formal mulai SMP dan SMA. YAPI menerima santri dari beragam latar belakang pendidikan serta keyakinan. Termasuk menerima sejumlah santri yang berasal dari aliran Sunni.

Muhsin mengaku, lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1973 ini bersikap moderat dan mengajarkan berbagai faham dan aliran Islam. Menurutnya, semua aliran Islam disampaikan sebagai sebuah wacana. Selain itu mereka juga tetap berpegangan terhadap keyakinan yang dianutnya.

"Santri tanamkan ajarkan cintai damai dan toleransi, bahwa Islam adalah agama damai," ujarnya.

Hubungan antara pesantren YAPI dan warga sekitar juga tidak ada masalah. Setiap ada acara warga selalu menghadiri undangan. Pihak pesantren juga menyediakan mobil ambulance yang bisa digunakan warga. Setiap ramadan, pesantren juga selalu menggelar buka bersama dengan warga.

Pada 14 Februari 2011, pesatren YAPI diserang kelompok mengatasnamakan Jamiyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). 4 Santri YAPI terluka dan polisi menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Di Pengadilan Negeri Sidoarjo mereka divonis 3 bulan penjara.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini