Para korban yakni Aji Syaputro (10), Zakaria (8), Edo (10) Bagus (12), Vian (5) dan Varis (10). Dua bocah yakni Aji Syaputro dan Zakaria mendapat perawatan intensif.
"Hanya saya dan Zakari yang harus dirawat di rumah sakit. Karena, lukanya paling parah. Yang laiinya udah pulang duluan," kata Aji Syaputro kepada wartawan di rumah sakit, Senin (3/9/2012).
Bocah berusia 10 tahun itu lantas menceritakan yang menimpa dirinya. Bahwa saat itu pada hari Jumat (31/8)sekitar pukul 5 sore sedang asyik bermain bersama ke 5 temannya di tanah kosong belakang rumah H.Sudjono. Kemudian, beberapa anak lainnya membawa sebuah petasan.
"Saat itu saya pegang petasan, kemudian di tangan kanan saya ada korek api. Tiba-tiba koreknya jatuh dan langsung menyala mengeluarkan api,"ujar siswa kelas 4 tersebut.
Aji panggilan akrabnya itu menambahkan, saat koreknya menyala mengeluarkan bunga api ternyata menyambar ke beberapa temannya yang saat itu berada di dekatnya.
"Saya tidak tahu, kalau di sekitar tanah belakang rumah (H.Sudjono) itu bisa menyala dan berbau gas,"ucap dia.
Akibat dari kejadian itu, Aji Syaputra mengalami luka bakar pada pipi kanan. Sedangkan Zakaria terluka di sebagian wajah dan tangan kanannya. Dan kini terus dilakukan perawatan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, lokasi terjadinya ledakan petasan terlihat sumur yang suaranya menggema. Di lokasai itu hanya dipasang pipa sparator setinggi 7 meter.
"Memang 1 tahun lalu, kalau di lokasi sumur itu pernah mengeluarkan gas. Dan diketahui saat melakukan pengeboran sumur," terang Yosie, orang tua Zakaria kepada detiksurabaya.com di rumah sakit.
(fat/fat)











































