Salah seorang warga nelayan Desa Kemantren, Sarono mengatakan, sebelumnya paus yang diperkirakan seberat 4 kwintal ini terlihat di sekitar pantai Desa Kemantren dengan kondisi yang seperti kelihatan sedang sakit.
"Saat berada di pantai itu, ikan paus seperti bergelimpangan sakit sehingga kami tidak berani mendekat," katanya.
Namun ujar Sarono, pada Minggu pagi nelayan telah menemukan paus sepanjang 4 meter tersebut telah menjadi bangkai di pinggir pantai desa setempat. "Sepertinya terseret ombak hingga akhirnya berada di atas karang di pinggir pantai," ujarnya.
Untuk menghindari bau bangkai ikan paus yang sangat menyengat, para nelayan pun kemudian membuang kembali ikan paus tersebut ke tengah laut dengan menggunakan perahu.
Para nelayan, dengan dibantu sejumlah security Lamongan Integrated Shorebase (LIS) mengikat ekor bangkai ikan paus dengan menggunakan tali tampar untuk ditarik ke tengah laut dengan perahu milik nelayan.
"Kami menariknya ke tengah laut karena baunya yang sangat menyengat meresahkan warga nelayan," pungkas Sarono.
(bdh/bdh)











































