Sebab, pada saat diamankan aparat kepolisian, diketahui mereka sebelumnya menumpang perahu mesin yang mengalami kerusakan di bibir pantai.
"Ada 21 imigran berasal dari Afghanistan dan Pakistan, dari jumlah itu hanya satu perempuan," ujar AKP Kamsidi berbincang dengan detiksurabaya.com, Sabtu malam.
Kapolsek Tirtoyudo ini mengaku, keberadaan para imigran itu diketahui pertama kali sekitar pukul 10 pagi oleh nelayan setempat. Mereka kemudian melaporkan adanya warga asing di wilayahnya itu.
"Kami kemudian datangi lokasi," tegas Kamsidi.
Ia menduga jumlah imigran menumpang kapal dengan panjang 14 meter dan lebar 6 meter itu ditumpangi lebih dari 21 orang. Para imigran lain diduga kabur bersama ABK sebelum petugas sampai di lokasi.
"Pastinya yang lain kabur bersama ABK," tutur Kamsidi.
Dalam pemeriksaan, lanjut dia, para imigran itu hanya memegang surat pengungsi yang dikeluarkan UNHCR. Berbekal itu mereka tidak akan mencari suaka di Australia.
"Kita sulit mengajak mereka berkomunikasi," sambungnya.
Guna proses lebih lanjut petugas mengirim para imigran ini ke Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang. "Kita kirim ke imigrasi," tandasnya.
Terdamparnya imigran gelap bukan pertama kalinya di wilayah Kabupaten Malang, hingga bulan ini sudah tercatat sekitar 4 kali imigran gelap diamankan petugas.
(fat/fat)











































