Padahal selama ini, ribuan petani di Kecamatan Gondang, Temayang, Kapas, Dander, dan Sukosewu selalu mengandalakn air untuk mengairi sawah mereka dari waduk ini. Kini akibat tidak adanya air, warga beralih ke tanaman jagung.
Namun, keringnya waduk pacal ini ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar area waduk. Meraka memanfaatkan keringnya area waduk untuk ditanam padi, dengan mengandalkan sisa serapan air yang terkandung di dalam tanah.
Salah satunya Pujiono (45), warga Dusun Tretes, Desa Kedung Sumber. Menurutnya sedikitnya 300 lebih warga sekitar Waduk Pacal yang ikut memanfaatkan area waduk dengan ikut menanam padi, meski harus dihantui kekawatiran musim hujan tiba sebelum panen.
Warga sini itu tiap tahun manfaatkan area waduk dengan menanam padi dengan mengandalkan sisa air yang terserap di dalam tanah, meski harus was-was karena hujan bisa saja terjadi sebelum panen," terang pujiono, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (31/8/2012).
Waduk Pacal yang dibangun sejak tahun 1933 ini, juga merupakan tempat wisata meski kondisinya sepi dan tak terawat.
(bdh/bdh)










































