Ironisnya, 2 pelaku pencabulan itu juga masih berusia ABG (anak baru gede), yakni berinisial F dan D. Meski usia keduanya 11 dan 14 tahun, kerabat korban tetap tidak terima. Keduanya secara resmi dilaporkan ke Mapolres Situbondo.
"Betul, laporannya sudah kami terima dan sekarang sedang kami dalami. Dua terlapor sedang kami periksa, sedangkan dari pihak korban, ibunya yang kami mintai keterangan karena korban sendiri masih TK," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi kepada detiksurabaya.com, Jumat (31/8/2012).
Keterangan yang dihimpun, dugaan aksi pencabulan yang dilakukan F dan D itu terjadi siang hari, sebelum bulan Ramadhan lalu. Saat itu, korban konon sedang bermain hingga tiba-tiba dipanggil oleh kedua ABG tersebut untuk diajak ke rumah F. Di tempat itulah korban konon dicabuli oleh keduanya.
Agar aksinya tak ketahuan, kedua ABG itu konon juga sempat mengancam korban agar tidak bercerita ke orang lain. Si bocah yang ketakutan pun akhirnya memilih diam, meski seringkali meringis kesakitan. Dari situlah aksi tak senonoh yang dialami si bocah akhirnya terbongkar.
Keluarga korban yang curiga baru-baru ini memilih memeriksakan kondisi kemaluan korban. Betapa terkejutnya, setelah hasilnya selaput darah korban diketahui konon mengalami rusak. Tahu begitu, keluarga si bocah pun naik pitan dan melaporkan kedua pelaku ke Mapolres Situbondo, Rabu (29/8/2012).
"Soal (selaput darah rusak, red) itu belum bisa dipastikan. Karena kami sendiri sedang menunggu hasil visum dokter. Yang jelas sekarang kasusnya sudah ditangani Unit PPA," pungkas Wahyudi.
(bdh/bdh)











































