"Ini memang sudah menjadi perhatian nasional. Setelah mendapatkan kabar itu, kami langsung menghubungi KPU RI," ujar Kepala KPUD Provinsi Jawa Timur Andre Dewanto, Kamis (30/8/2012).
Dari hasil konsultasi ke KPU RI melalui telepon, KPU RI berharap agar kebijakan tersebut ditinjau kembali. Alasannya, tenaga 14 PNS tersebut sangat dibutuhkan, baik untuk Pemilukada Batu maupun Pileg dan Pilpres.
"Kalau bisa dikembalikan lagi, agar pemilukada bisa berjalan normal dan sukses. Kalau memang tetap tidak bisa dikembalikan lagi, agar diisi dari pegawai KPUD yang ada di sekitar Batu," tuturnya.
Mantan Ketua KPUD Kabupaten Malang ini mengatakan, pengiriman tenaga dari KPUD yang berasal dari daerah di sekitar atau daerah terdekat Batu, tidak masalah. Alasannya, KPU adalah organisasi vertikal dan bukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
"Penugasan ini ya harus mau sampai situasi normal. Karena ini (KPUD) adalah lembaga nasional dan mandiri," tuturnya.
Jika penarikan 14 staf KPUD Kota Batu itu karena alasan gagalnya Edy Rumpoko gagal maju mencalonkan lagi sebagai Walikota Batu, hal itu sangat disayangkan.
Menurutnya, Walikota Batu perlu belajar kepada istri Bupati Malang Sujud Pribadi, Tyas Sujud Pribadi. Saat itu, istri nupati Malang mencalonkan maju sebagai bakal calon bupati, tapi tidak lolos. Meskipun tidak lolos, Bupati Sujud masih tetap mensupport hingga lancarnya proses pemilukada sampai tuntas.
"Ya mudah-mudahan bisa dikembalikan lagi. Siapa tahu setelah dikaji lagi karena imej-nya tidak bagus atau mendapatkan masukan lagi dari Pak Gubernur, sehingga dikembalikan lagi," jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, kapan akan menurunkan pegawai pengganti KPUD Batu dari KPUD yang ada di daerah sekitar atau terdekat Batu, Andre mengaku masih akan dikoordinasikan lagi.
"Ya kita lihat nanti. Kita akan panggil KPUD Batu," terangnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, 14 pegawai KPUD Kota Batu dimutasi menjelang bergulirnya Pemilukada Oktober 2012 mendatang. Mutasi ini sangat mengejutkan dan mengancam kinerja KPUD menjelang pelaksanaan Pilkada.
Sebab, penarikan belasan pegawai tidak disertai dengan tenaga pengganti. Tercatat, hanya lima pegawai mendapatkan tugas baru mengganti pegawai yang ditarik kembali ke lingkungan Pemkot Batu.
(/)











































