Polisi ingin memastikan apakah mahasiswi semester III asal Desa Tegal Jati, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, itu hamil atau tidak. Sehingga bisa membantu upaya penyelidikan. Pembongkaran makam itu sekaligus juga menjadi keinginan keluarga korban untuk memindahkan kuburan Azizatul Sakdiyah ke TPU di desanya.
"Keluarganya yang minta kuburan korban dipindah. Makanya sekalian kita lakukan otopsi ulang untuk mengetahui korban hamil atau tidak. Karena itu sangat membantu upaya pengungkapan kasus dugaan pembunuhan ini," kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto, disela-sela pembongkaran makam korban.
Bersamaan dengan makam Azizatul Sakdiyah dibongkar, sejumlah kerabat korban yang datang ke lokasi tak dapat membendung air mata. Bahkan, kedua orang tua korban yakni Buri (46) dan Ernawati (45) beberapa kali terlihat sesenggukan. Mereka mengaku tidak rela Azizatul Sakdiyah meninggal dengan cara tak lazim yakni dibunuh.
"Kami jelas tidak rela saudara kami dibunuh. Kami pasrah sama polisi menangkap pelakunya. Hukumannya juga harus setimpal, kalau bisa dihukum mati," tukas kerabat korban, Misyono.
Keterangan yang dihimpun, sejak identitas mayat wanita muda itu diketahui sebagai Azizatul Sakdiyah, polisi langsung ngebut melakukan penyelidikan. Konon, beberapa orang dekat korban juga mulai dimintai keterangannya. Salah satunya, RS, seorang mahasiswa yang disebut-sebut sebagai pacar korban.
Pemeriksaan orang dekat dilakukan karena polisi pesimis pembunuhan korban bermotifkan perampokan. Meskipun, beberapa barang berharga milik Azizatul Sakdiyah diketahui amblas, yakni sepeda motor Suzuki Smash, 2 buah HP, dan uang tunai. Namun, sejauh ini hasil pemeriksaan yang dilakukan dinilai belum ada petunjuk yang cukup mengarah.
"Belum ada yang mengarah, semua keterangan masih terus kita dalami. Makanya, salah satunya kita lakukan otopsi ini," tukas Sunarto sembari menolak membeberkan hasil penyelidikannya secara lebih detail.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi PTS di Situbondo dinyatakan hilang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Mayat Azizatul Sakdiyah (22) tergeletak tanpa identitas di sebuah warung dekat pantai tepi jalur Pantura Situbondo, awal Agustus 2012 lalu. Sejumlah barang bawaan korban diduga raib, antara lain sepeda motor Suzuki Smash, dua buah HP, dan sejumlah uang tunai.
Identitas korban baru terkuak, setelah keluarganya mengecek foto korban dan semua pakaian dan barang bawaan korban yang diamankan polisi dari lokasi kejadian. Sebab, jenazah korban sendiri sudah dikubur seminggu setelah ditemukan, karena tidak ada warga yang mengenali.
(bdh/bdh)










































