Keberadaan kelompok ikan raksasa yang banyak dijumpai di perairan Australia tersebut menyita perhatian nelayan dan warga sekitar. Memanfaatkan perahu mereka melihat dari jarak dekat pemandangan langka itu.
"Tidak berbahaya. Hiu-hiu ini makan plankton. Jumlahnya sekitar 30-40 ekor," kata salah seorang nelayan setempat, Maman, Rabu (29/8/2012).
Kabar adanya puluhan hiu tutul tersebut menjadi magnet tersendiri bagi warga. Banyak warga baik dari wilayah sekitar maupun dari luar Kecamatan Lekok yang datang langsung karena penasaran.
Mereka menyewa perahu nelayan untuk diantarkan tengah agar bisa melihat hiu dari dekat.
Jelas saja keberadaan hiu tutul menambah penghasilan nelayan sekitar. Selain mengantarkan warga yang penasaran dengan hiu, malam harinya mereka tetap melaut seperti biasa.
"Kita kenakan biaya Rp 3 ribu per orang," ujar Maman, nelayan yang menjadi tourist guide dadakan.
(fat/fat)










































