Dua jurnalis yang menjadi korban kekerasan yakni, Faizin alias Wiro (39) jurnalis Rtv dan Khoirul Hadi (37) jurnalis Surabaya TV.
Akibat penganiayaan itu, Wiro mengalami luka serius berupa benjol belakang kepala dan dada kanan memar. Diduga luka itu akibat tendangan dan pukulan benda tumpul. Sedangkan Khoirul tidak mengalami luka serius, karena sempat melarikan diri bersama 5 jurnalis lainnya.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat dua korban bersama 4 jurnalis tv lainnya berniat meliput buntut sengketa lahan eks perkebunan swarubuluroto, Selasa (28/8/2012) siang.
Sebelum melakukan peliputan, para jurnalis menerima informasi jika ada dua kubu dari warga sekitar yang akan memanen tebu dan sekelompok masa pro pengelola perkebunan. Namun naas, saat mereka berada di tengah kerumunan massa pro perkebunan, tiba-tiba ada yang tidak terima kehadiran wartawan, dan langsung main hakim.
"Saat turun dari lokasi, saya berada di belakang puluhan preman, tiba-tiba ada yang tidak terima dan langsung main tendang hingga saya terjatuh," ungkap Wiro, kepada detiksurabaya.com di RSD Ngudi Waluyo Blitar.
Wiro menambahkan, jika dirinya juga dikeroyok oleh sejumlah orang preman lainya begitu terjatuh. "Saya terjatuh setelah ditendang di dada, kemudian dipukuli di kepala bagian belakang, dalam kondisi menunduk," tambah Wiro sambil menunjukkan benjolan di kepala.
Atas kasus yang menimpanya, Wiro bersama Khoirul langsung melaporkan kekerasan yang dialaminya ke Polres Blitar bersama belasan jurnalis Blitar dan Kediri.
Hingga sore ini, Wiro bersama Khoirul masih menjalani pemeriksaan di ruang unit idik V Satreskrim Polres Blitar.
(bdh/bdh)











































