Peristiwa pembacokan sendiri terjadi, Selasa (28/8/2012) dinihari. Dalam keadaan mabuk berat, Senar langsung menganiaya seniman reog bernama Slamet Edi Purwanto (41), asal Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun yang tengah mempertunjukkan kemampuannya.
Slamet Edi Purwanto yang disabet senjata khas Pulau Garam, langsung ambruk bermandikan darah setelah terluka di bagian lengannya.
Luka koyak yang cukup parah itu, membuat darah Slamet Edi Purwanto terus mengucur hingga membuat situasi pertunjukkan kesenian tradisional dalam pentas hajatan di rumah Misnur (41), warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah, jadi heboh.
Sejumlah penontoh dan kru kesenian Reog lainnya yang mendapati kejadian ini, langsung memberikan pertolongan kepada korban. Saat itu juga, Slamet Edi Purwanto dilarikan ke Puskesmas Klakah sebelum akhirnya dirujuk ke RSU dr Haryoto Lumajang.
Sebab, luka yang dialami seniman reog ini sangat parah. Hingga Selasa siang, Slamet Edi Purwanto masih menjalani perawatan di rumah sakit terbesar di Kota Pisang ini untuk pemulihan.
Sementara itu, warga dan seniman reog lainnya dalam peristiwa ini, tidak berani untuk menangkap Senar, sebagai pelaku penganiayaannya. Pasalnya, pria yang kondisinya mabuk berat akibat pengaruh miras ini, terus menghunus cluritnya. Sampai akhirnya, Senar pun kabur dari arena pertunjukkan itu, tanpa ada seorangpun yang berhasil mencegah.
Tak lama kemudian, barulah aparat Polsek Klakah yang mendapatkan informasi kejadiannya, meluncur ke lokasi kejadian bersama aparat Satuan Reskrim Polres Lumajang. Di sana, petugas segera melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kasat Reskrim AKP Kusmindar ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com di kantornya menyebutkan, jika peristiwanya masih dalam penyelidikan. Sejauh ini, pihaknya masih berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaannya yang berhasil kabur.
"Pelaku masih terus dilacak keberadaannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata AKP Kusmindar.
(bdh/bdh)











































