"Ada 38 orang yang kena ISPA dan 5 orang menderita diare," kata petugas kesehatan dari dinas kesehatan Sampang, Saleh, kepada wartawan di pengungsian di Jalan Wijaya Kusuma, Selasa (28/8/2012).
Soleh yang ditugaskan merawat para pengungsi mengatakan bahwa dari 38 pengungsi yang menderita ISPA, 28 diantaranya adalah anak-anak. Para pengungsi itu kebanyakan mengeluh sakit di bagian dadanya.
"Mereka mengeluh sesak di dada dan tenggorokan terasa sakit untuk menelan makanan," tambah Saleh.
Untuk sementara para penderita tersebut diperiksa dan dirawat di posko kesehatan yang sengaja didirikan di GOR tersebut. Selain merawat penderita ISPA dan diare, posko kesehatan juga merawat warga yang menderita luka-luka saat terjatuh ketika berusaha melarikan diri saat terjadinya kerusuhan.
Jumlah pengungsi saat ini berjumlah 204. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang berjumlah 184. Para pengungsi tetap mendapat pasokan makanan dari dapur darurat yang didirikan di GOR Sampang.
(/)











































