Petasan tersebut sengaja dibuat dengan daya ledak tinggi sehingga bisa menyebabkan kerusakan para. Bahkan ledakannya juga bisa melukai orang di sekitarnya.
"Dugaan sementara bahan yang digunakan adalah sejenis petasan yang didesaian sedemikian rupa," kata Kapolres Jember AKBP Jayadi kepada detiksurabaya.com, Selas (28/8/2012) usai olah TKP.
Bahan peledak tersebut sengaja dibuat oleh pelaku untuk melukai pemilik rumah dengan meletakkannya di pintu yang seketika meledak disaat pemilik rumah ada di dalam. "Mungkin cuma merusak saja tanpa ada niat untuk mencuri. Buktinya semua masih lengkap," tambah Suparman warga sekitar.
Sampai saat ini suasana di sekitar rumah Ustadz Sundari masih dipenuhi tetangga yang ingin melihat kondisi rumah seorang tokoh agama yang dikenal baik dan suka menolong warga sekitarnya. Beberapa warga yang ada di halaman rumah juga menemukan banyak serpihan kaca lampu, potongan seng dan batu.
Namun, hingga kini belum diketahui motif dibalik aksi peledakan rumah seorang ustadz Sundari. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku peledakan.
"Kami belum mengetahui motif peristiwa ini. Kami akan terus kembangkan dengan melakukan investigasi pada pemilik rumah," jelas AKBP Jayadi diakhir wawancaranya.
(bdh/bdh)











































