Kejadian ini diselidiki polisi dengan menggelar olah TKP. Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian menyebutkan, korban selama ini hanya tinggal bersama suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, keduanya menunggu kiriman dari para tetangga.
Dari situlah kecurigaan kematian korban terbongkar. Siti (50), warga setempat biasanya mengirim makanan setiap pagi dilarang oleh Kaseri. Karena curiga Siti kemudian meminta bantuan RT dan perangkat desa.
"Kami kemudian datang dan meminta Kaseri membuka kamar yang dikunci," kata Budi Santoso kepala dusun setempat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Budi, Kaseri awalnya menolak dan mengaku istrinya sudah sarapan hingga tak membutuhkan kiriman makanan dari tetangga. Karena Kaseri belakangan mengalami gangguan jiwa, warga tetap memaksa pintu kamar untuk dibuka.
"Saat kami tanya, Kaseri bilang istrinya sudah diringkes dengan menunjuk gundukan tanah di bawah meja ruang kamar," tegas Budi.
Untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan, Kaseri kemudian dibawa ke Polsek Tumpang yang berjarak hanya 500 meter dari lokasi kejadian.
Kapolsek Tumpang AKP Hartono belum memastikan penyebab kematian korban. Namun dari penyelidikan sementara tidak ditemukan bercak darah atau tanda terjadinya kekerasan di tempat kejadian.
"Kesimpulan sementara korban meninggal karena sakit," ucapnya terpisah.
Hingga kini petugas Satreskrim Polres Malang tengah menggelar identifikasi di lokasi. Puluhan warga rela berdesakan untuk melihat langsung proses evakuasi jasad korban. Polisi hingga kini masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
(fat/fat)










































