Meski tidak berdesak-desakan, area tennis indoor tersebut masih bisa menampung ratusan pengungsi lain. Namun, cuaca dingin di malam hari membuat sebagian pengungsi tak bisa tidur karena kedinginan.
"Saya tidak enak badan, semalam tidak bisa tidur, kedinginan. Kami semua masih ketakutan, pikiran tak tenang," kata salah satu pengikut Syiah yang mengungsi, Ny Kulsum (36) saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (27/8/2012).
Perempuan yang juga istri Ketua Aliran Syiah di Sampang, Tajul Muluk ini menceritakan, dirinya bersama pengikut Syiah lainnya tidak sempat menyelamatkan sepotong pakaian pun. Apalagi kain atau selimut untuk sekedar menghangatkan tubuh dari dinginnya udara malam.
"Rumah kami terbakar, habis semua," tutur dia.
Namun Kulsum masih bersyukur. Dia bersama ratusan pengungsi masih bisa menikmati menu sarapan pagi tadi. Selain ada dapur darurat, para pengungsi mulai menerima bantuan berupa nasi bungkus.
"Saya bersyukur, kami masih bisa makan. Tadi pagi dapat bantuan nasi bungkus," cerita Kulsum.
Dia mengungsi bersama 5 anaknya yang masih berumur 13, 12, 9, 8 dan 5 tahun. Kulsum mengaku masih was-was. Sebab, hingga siang ini dirinya masih saja mendengar isu-isu soal pengeroyokan yang akan menimpa dirinya di pengungsian.
"Warga yang lain banyak yang mengungsi ke rumah saudara. Mereka takut ada kejadian (rusuh) lagi. Kami di pengungsian saja masih mendengar isu, kami akan diobrak ke sini," terang dia.
Diberitakan sebelumnya, kerusuhan massa antara pengikut Syiah dan kelompok Suni pecah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Kabupaten Sampang, Madura pada Minggu (26/8/2012) siang kemarin. Bentrok yang menjatuhkan 2 korban tewas ini bermula dari cekcok yang terjadi antara santri pengikut Syiah dengan sekelompok Sunni.
Mobil para santri yang hendak keluar dari Sampang itu dihadang dalam perjalanannya ke Bangil. Peristiwa ini semakin memanas ketika salah seorang anggota kelompok Sunni itu terkena bom bondet yang berisi gotri. Bom itu sendiri ditanam sebagai ranjau di areal rumah para pengikut Syiah.
(nrm/fat)










































