"Tercatat 16 kasus laka dari mulai H-7 sampai H+1 ini. Roda dua mendominasi," kata Kanit Laka Polres Malang Ipda Muhammad Fadli Amri berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (20/8/2012) sore.
Fadli mengungkapkan, kecelakaan terjadi di sejumlah ruas jalan menjadi jalur lintas antar kota, seperti Pujon-Pare, Kepanjen-Blitar, Lawang-Surabaya, dan Turen-Lumajang.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, lanjut dia, penyebab kecelakaan dikarenakan pengguna jalan melaju dengan kecepatan tinggi dan cenderung memilih untuk melaju dengan kendaraan di depannya.
"Sehingga tabrakan dengan kendaraan di depannya," sambung Fadli.
Pihaknya juga mencatat, banyak pengguna jalan kurang berhati-hati ketika mengendarai kendaraan. Selain itu pejalan kaki sering kali melintas hingga badan jalan.
"Banyak sekali penyebabnya, tapi paling menonjol kare kurang hati-hati, hingga mengabaikan keselamatan selama di jalan," tegas dia.
Dirinya berkesimpulan jumlah kasus kecelakaan tahun ini cenderung menurun dibandingkan Lebaran sebelumnya. Kendati secara detail Fadli enggan membeberkan data kasus kecelakaan di tahun kemarin.
Pihaknya mengimbau bagi pengguna jalan tetap mengutamakan keselamatan selama berkendaraa. Mengingat volume arus kendaraan meningkat hingga 70 persen, terutama di jalur antar kota.
"Imbauan kami tetap mematuhi rambu lalu lintas," ujar dia.
Sementara arus lalu lintas di sejumlah jalur masuk wilayah Kabupaten Malang terpantau padat lancar. Peningkatan terlihat sejak H-1 hingga sore ini.
"Volume arus kendaraan masih terpantau padat, namun lancar," ucapnya.
(fat/fat)











































