Pantauan detiksurabaya.com, Kamis (16/8/2012) di lokasi, satu tim Jibom yang membawa mobilnya, langsung menuju lokasi penemuan bom. Dengan sigap dan ekstra berhati-hati, bom ini diteliti. Beberapa saat kemudian, bom dipastikan sudah aman.
"Bom sudah aman, sudah bisa dievakuasi," terika salah satu anggota Jibom yang tengah memeriksa bom.
Mendengar hal itu, beberapa petugas lainnya langsung membawa sebuah tas anti peledak. Agar aman, bom itu dimasukkan ke dalam tas dan dimasukkan ke dalam mobil. "Sudah aman kok. Memang bom masih aktif dan siap meledak," tambah petugas Jibom.
Sedianya, mortir ini akan diledakkan di Lapangan Surodinawan Kota Mojokerto. Khawatir warga ikut jadi korban karena sulit dikondisikan sebab banyak yang melihat, tim Jibom membawa mortir ini ke markasnya di Surabaya.
"Bom itu masih sangat aktif sekali. Kita masih melakukan penyelidikan temuan ini. Dugaan sementara bom peninggalan Belanda dan bisa juga pasca penjajahan. Yang pasti tak ada rasa curiga apapun dari berbagai pihak jelang lebaran atas bom ini," kata Wakapolresta Mojokerto, Kompol Yayuk Wahyuningtyas.
Sebelumnya, bom berdiameter 8 cm dengan panjang 16 cm ini ditemukan oleh Bejo (40), warga Tropodo sendiri. Kala itu, Bejo tengah menharing ikan di sungai setempat dan bom ini tersangkut di jaring. Bejo sempat mengira bahwa bom itu adalah ikan.
Setelah memastikan ini bom, Bejo yang takut akhirnya melapor ke polisi. Beberapa petugas terjun ke lokasi untuk mengecek bom ini. Ternyata betul, bom ini masih aktif dan siap meledak kapan saja.
(fat/fat)










































