Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kota Malang, Agoes Moeliadi, mengaku, rambu lalin yang hilang atau dicuri itu berada di 14 titik.
"Dan kita mulai untuk memasang kembali," katanya kepada wartawan, Sabtu (11/8/2012).
Agoes mencatat, sejumlah titik rawan terjadi pencurian adalah pertigaan Kacuk merupakan akses menuju wilayah Kabupaten Malang dan Blitar, Pasar Besar Malang, serta daerah pinggiran kota lainnya.
Minimnya jumlah petugas, memudahkan para pelaku leluasa mengambil rambu-rambu rata-rata berdiri di pinggir jalan itu. Menurut dia, harga masing-masing rambu itu sebesar Rp 500 ribu. Untuk mengganti rambu yang hilang, harus dilakukan pengadaan rambu baru.
"Sulit untuk mengawasi semua, kita harapkan peran serta masyarakat," ujarnya.
Selain membenahi rambu lalin yang hilang, kata Agoes, pihaknya juga memperbaiki dan mengganti alat bantu kelancaran arus lalu lintas lain. Seperti traffic light, marka jalan dan sejumlah rambu lainnya.
Ia mengaku, sudah memperbaiki puluhan traffic light tersebar di 24 titik. Harapannya, perbaikan itu bisa membantu kelancaran arus lalu lintas menjelang Lebaran nanti.
"Kelancaran lalu lintas sangat diperlukan menjelang Lebaran serta arus balik nanti," aku dia.
(fat/fat)











































