"Itu untuk jalur Lawang-Singosari, dikenal padat selama ini," kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Untung Sudarto berbincang dengan detiksurabaya.com, Sabtu (11/8/2012).
Untung mengungkapkan, volume kendaraan melintas di jalur Surabaya-Malang itu meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya mencapai 700 ribu kendaraan.
"Ada peningkatan, terutama pemudik menggunakan motor," ungkap dia.
Pihaknya memprediksi, jumlah mobil yang melintas di jalur Lawang-Singosari pada arus mudik nanti mencapai 335.096 kendaraan.
"Sedangkan pengendara motor sebanyak 510.701 motor," tambahnya.
Sementara pada arus balik diperkirakan jumlah pengendara motor yang melintas mencapai 698.075 motor dan 432.282 pengguna kendaraan roda empat.
"Kalau ditotal sampai satu juta lebih kendaraan melintas," tutur dia.
Sementara pada volume lalu lintas pada hari biasa jumlah angkutan mencapai 87.554 kendaraan. Angkutan lebaran sebanyak 107.856 kendaraan melintas, pada puncak arus mudik mencapai 122.654 kendaraan.
"Ada kenaikan sampai 10 persen," tegas Untung.
Pasar Tumpah
Bersamaan Untung menuturkan, beberapa titik rawan kemacetan, yakni di Lawang-Singosari atau di 70-71 Km Surabaya-Malang. Penyebabanya, adanya pasar tumpah serta lahan parkir yang memakan badan jalan.
Titik kemacetan lain adalah arus Malang-Batu, tepatnya di Jalan Raya Sengkaling, ditambah arus Pakisaji-Kepanjen menjadi titik rawan kemacetan lainnya.
"Semoga ini bisa menjadi informasi bagi pengguna jalan," harap Untung.
(gik/gik)










































